Analisis Televisi
TELEVISI
1. Pengertian Televisi
adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna.Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi".
2. Fungsi Televisi
Sebagai komunikasi massa, televisi adalah sumber informasi yang paling dekat dengan masyarakat. kemampuan jangkauan yang luas dan memiliki potensi yang besar dalam membentuk pendapat khalayak. Hal tersebut sama dengan fungsi televisi sebagai saluran mediasi, dimana televisi dapat menghubungkan, menunjukkan arah, menginterpretasi sesuatu kejadian atau peristiwa kepada masyarakat luas. Adapun fungsi komunikasi massa adalah sebagai berikut (Effendy, 2004:54):
a. Fungsi Informasi (to inform)
Media massa adalah penyebar informasi bagi pembaca, pendengar, atau pemirsa. Berbagai informasi dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan sesuai dengan kepentingannya. Masyarakat mengharapkan dengan menonton televisi akan diperoleh informasi mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di bumi.
b. Fungsi Pendidikan (to educate)
Media massa banyak menyajikan hal- hal yang bersifat mendidik, salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan- atutan yang berlaku. Media massa mewujudkannya melalui drama, serita, diskusi, maupun artikel.
c. Fungsi Hiburan (to entertain)
Dengan menyaksikan televisi, khalayak pemirsa mengharapkan dapat memeperoleh hiburan yang diperlukan sebagai salah satu kebutuhan hidup.
d. Fungsi Mempengaruhi (to persuade)
Mempengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada tajuk/editor, features, iklan, artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruhi oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi ataupun surat kabar.
Televisi Sebagai Media Dakwah
Televisi merupakan sebuah media yang dapat diakses secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat. bahkan televisi memiliki daya pikat besar bagi para penontonnya. Misalkan saja penonton terkadang rela menghabiskan waktunya untuk duduk manis di depan layar televisi demi menonton program acara salah satu stasiun televisi. Bahkan penonton televisi tidak mengenal usia maupun banyaknya harta, semua sama saja dalam menonton televisi. Tak sedikit dari masyarakat beberapa masa pertumbuhannya dilewatkan dengan menonton televisi. Dari segi kelebihan yang ada pada televisi para da’I dapat memanfaatkannya sebagai media dakwah, yakni dengan mengajak umat manusia untuk mengerjakan yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar. Sehingga dapat mengajak seseorang atau komunitas menuju perilaku yang lebih baik.
Selain itu karena televisi menggunakan audio visual yang efektif dalam menyampaikan pesan, dapat menjangkau ruang yang sangat luas, dan dapat dinikmati massa dalam jangka waktu yang relative singkat. Dengan variasi acara yang ada atau dari segi penyampaian da’i, sehingga dakwah juga dapat mengikuti perkembangan yang ada dan tidak terkesan ketinggalan jaman. Televisi bisa mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menerapkan kebaikan di dalam kehidupan sehari- hari. Meskipun berdakwah dengan menggunakan televisi da’i juga tidak bisa sembarangan dalam menyampaikan materi, harus memiliki cukup ilmu pengetahuan atas dasar agama yang kuat sehingga tidak salah dalam berdakwah. Selain itu da’i harus memahami betul bagaimana televisi itu, penentuan metode dakwah, maupun menentukan tekniknya.
3.Karakteristik
4. Sejarah televisi
Sejarah awal dari perkembangan televisi, tentu tidak bisa melupakan penemuan dasar hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Farraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
Televisi yang kita lihat sekarang adalah suatu hasil teknologi yang ditemukan oleh beberapa ahli di bidang elektronik. Paul Gottlieb Nipkow adalah seorang yang mencetuskan ide dasar televisi untuk pertama kali, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, yang mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow. Namun tokoh penemu Televisi yang terkenal dan telah disetujui secara umum oleh dunia sebagai demonstrasi televisi pertama adalah John Logie Baird.
Sejarah perkembangan televisi menapaki babak baru ketika John Logie Baird yang berkebangsaan Skotlandia menunjukkan televisi kepada umum untuk pertama kalinya. John Logie Baird ketika itu menunjukkan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925.
Setahun kemudian, John Logie Baird menmbuat gambar bergerak monokrom yang bisa menghasilkan gambar beresolusi 30 baris. Gambar bergerak monokrom ini bisa menunjukkan wajah manusia dari lensa dengan spiral ganda. Tahun 1927, John Logie Baird menemukan sistem perekam video pertama kali di dunia, dan diberi nama Phonovision.
Pada 1926, seorang insinyur Hungaria, Kálmán Tihanyi, merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip “penyimpanan isi” di dalam tabung pemindai (atau “kamera”).
Televisi kemudian dikembangkan dengan teknologi mutakhir, dan pada tahun 1960-an akhirnya televisi masuk ke Indonesia. Televisi hitam putih perlahan-lahan digantikan dengan televisi berwarna. Penciptaan remote televisi juga semakin mempermudah kita untuk menghindari iklan. Sejak tahun 1990-an, teknologi televisi berkembang dengan pesat.
Sekilas gambar dalam sejarah perkembangan televisi
Pada tahun 1873 seorang operator telegram menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell)
Kemudian piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi.
Setelah kita melihat gambar dari perkembangan tecnologi televisi diatas telah membawa perubahan yang semakin lama semakin canggih, dari awalnya TV hitam putih sampai berwarna kemudian menjadi warna yang sangat jerni dalam layar LCD seperti yang lagi tenar sekarang ini.
5. Dampak Positif dan Negatif Televisi
a. Dampak Positif
- Televisi Anda bisa menyegarkan pikiran dengan menyaksikan beragam tayangan hiburan dari stasiun televisi, mulai dari film, kuis, sinetron dan acara-acara hiburan lainnya. Dengan menonton televisi anda dapat menghilangkan kepenatan anda sehingga tidak mudah stress.
- Televisi umumnya selalu up to date dalam hal penyajian berita, sehingga anda pun menjadi banyak tahu tentang informasi-informasi dan berita terkini yang sedang terjadi di mana saja, wawasan anda pun bertambah luas dan tidak ketinggalan informasi.
- Televisi banyak juga menyajikan acara-acara yang berhubungan dengan pendidikan, hal ini tentu bagus dan sangat berguna bagi pengetahuan dan wawasan para pelajar.
- Televisi banyak menampilkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan, dunia usaha, hiburan, dan lainnya. Sehingga figur-figur tersebut dapat memicu kita untuk mencontoh kesuksesan mereka.
b. Dampak Negatif Televisi:
- Televisi dapat membuat anda lupa waktu, bahkan malas untuk mengerjakan hal-hal lain selain menonton televisi. Tentunya hal ini sangat buruk dampaknya bagi para pelajar, karena dapat menyebabkan para pelajar menjadi lupa akan kewajiban utamanya yaitu belajar.
- Televisi mampu meningkatkan daya konsumtif masyarakat, karena di televisi banyak sekali iklan-iklan yang dibuat semenarik mungkin untuk menarik penonton agar menjadi konsumen dari produknya. Sehingga banyak anak kecil hingga orang dewasa yang menjadi korban iklan
- Televisi banyak menyajikan acara-acara yang tidak mendidik, seperti film-film yang banyak adegan kekerasannya, berita kriminal, serta adegan-adegan lain yang tidak patut ditonton oleh anak-anak. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kejiwaan seorang anak, mereka bisa saja meniru adegan kekerasan, tindak kriminal, serta adegan-adegan lainnya yang mereka tonton di televisi.
- Menonton televisi terus menerus tidak hanya membuat anda malas melakukan pekerjaan lain, tetapi juga dapat merusak kesehatan anda, terutama mata. Mata anda memerlukan istirahat yang cukup dan tidak menonton televisi terlalu lama.
- Badan anda menjadi lemah dan lemas karena biasanya hanya duduk dan tidur-tiduran menonton televisi, anda menjadi tidak terbiasa bekerja berat, hal ini tentu sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh anda.
- Anak menjadi pasif dan tidak kreatif. Mereka kurang beraktivitas, tetapi hanya duduk di depan Televisi, dan melihat apa yang ada di Televisi. Anak menjadi pasif baik secara fisik maupun mental, karena memang orang yang menonton Televisi tidak perlu berbuat apa-apa, hanya duduk, mendengar dan melihat apa yang ada di Televisi. Oleh karena itu kemampuan berpikir dan kreatifitas anak menjadi tidak terasah, karena ia tidak perlu lagi membayangkan sesuatu seperti halnya bila ia membaca buku atau mendengar musik.
6. Kelebihan dan Kelemahan Televisi
Kelebihan televisi
- Kesan realistik : audio visual.
- Masyarakat lebih tanggap : menonton dalam suasana santai, rekreatif.
- Adanya pemilahan area siaran(zoning) dan jaringan kerja(networking) yang mengefektifkan penjangjauan masyarakat.
- Terkait erat dengan media lain.
- Cepat dari segi waktu, cepat dalam menyebarkan berita ke masyarakat luas.
- Terjangkau luas, menjangkau masyarakat secara luas.
Kelemahan televisi
- Jangkauan pemirsa massal, sehingga pemilahan (sulit menentukan untuk pangsa pasar tertentu) sering sulit dilakukan.
- Iklan relatif singkat, tidak mampu menyampaikan data lengkap dan rinci(bila diperlukan konsumen).
- Relative mahal
- Pembuatan iklan TV cukup lama.
https://www.google.com/search?q=pengertian+televisi&oq=pengertian+&aqs=chrome.0.69i59j69i60j69i57j0l3.3890j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8
http://www.wartamadrasahku.com/2018/04/pengertian-televisi-fungsi-kelebihan.html
https://www.ayoksinau.com/pengertian-televisi-karakteristik-kelebihan-dan-kekurangan-program-acara-dan-jenis-program-televisi-menurut-para-ahli/
https://www.nesabamedia.com/pengertian-televisi/
http://mengejarteknologikomunikasi.blogspot.com/2011/11/nama-nanang-efendi-nim-201010040311212.html
http://aroxx.blogspot.com/2013/09/dampak-positif-dan-negatif-dari-televisi.html






Komentar
Posting Komentar